Kamis, 15 April 2010

FUNGSI AGAMA BAGI MASYARAKAT

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia sering dihadapkan pada ketidakberdayaannya dalam menghadapi setiap masalah yang selalu timbul. Karena ketidakberdayaannya manusia cenderung lari kepada agama dalam mencari penyelesaian masalahnya. Manusia umumnya mempercayai kekuatan agama dapat memberi pertolongan dan perlindungan kepadanya setiap saat dan berkelanjutan sekalipun kehidupan manusia di bumi telah berakhir. Kebutuhan akan agama dalam kehidupan sekarang ini semakin besar. Agama memegang peranan penting dalam mempengaruhi norma, perilaku, dan sikap hidup individu maupun masyarakat. Namun, terkadang kehidupan beragama dipertanyakan relevansi dan keberlanjutannya dalam modernitas dan kahidupan kekinian. Nilai-nilai keagamaan sekarang mengalami universalisme sehingga memperluas partisipasi dalam masyarakat kepada semua anggotanya. Agama diyakini menjalankan beberapa fungsi dalam masyarakat, seperti fungsi edukatif, fungsi penyelamatan, fungsi memupuk persaudaraan, fungsi pengawasan sosial, serta fungsi transformatif. Berikut ini akan dibahas masing-masing fungsi tersebut.

1. Fungsi edukatif
Fungsi edukatif merupakan salah satu tujuan utama agama. Melalui pembimbing, ketua, dan pemimpinnya agama senantiasa memberikan pengajaran dan bimbingan pada umatnya agar selalu bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengajarannya, agama selalu mendorong agar setiap individu selalu patuh dan taat serta mempraktekkan ajaran dan perintah sesuai dengan agamanya. Melalui kehidupan rohani agamnya, seseorang diajarkan agar dapat tumbuh dewasa dan mengembangkan kepribadian yang baik sejalan dengan aturan dan nilai-nilai keagamaannya. Dalam proses mengedukatif, unsur-unsur keagamaan telah mencakup ke dalam bidang politik. Beberapa landasan dan dasar pemikiran politis berpegang kepada agama, sehingga menyebabkan timbulnya perpaduan nilai keagamaan dan politik. Pengajaran juga dilakukan dengan melalui lembaga keagamaan baik yang bersifat formal seperti sekolah dan universitas maupun yang non formal seperti perkumpulan dan persekutuan. Atas peran edukatif ini, agama semakin dipandang sebagai suatu keharusan dalam tindakannya untuk memberikan konstribusi kepada masyarakat dalam bentuk pengajaran dan bimbingan.

2. Fungsi penyelamatan
Keselamatan dan keamanan hidup merupakan dambaan dan harapan semua makhluk hidup di dunia. Setiap orang selalu berusaha keras untuk mencari dan memperoleh keselamatan. Hal ini dilakukan dalam berbagai cara sesuai dengan keyakinan dan kecocokan masing-masing orang. Agama yang merupakan pegangan dan pedoman hidup manusia diyakini merupakan jaminan yang paling utama dalam memperoleh keselamatan. Melalui ajaran agama diajarkan dan disebutkan cara dan aturan yang harus dipatuhi, ditaati, dan dijalankan agar dapat memperoleh keselamatan. Apabila seseorang mematuhi dan yakin terhadap agama maka akan diberi keselamatan dan senantiasa mendapatkan perlindungan dari agama agar terhindar dari segala bentuk ancaman kehidupan seperti bencana, kecelakaan, dan lain-lain. Fungsi penyelamatan juga mencakup kehidupan manusia setelah berakhir di dunia dan harus memasuki dunia akhirat (keberlangsungan “eksistensi” manusia setelah meninggalkan kehidupan di bumi). Dengan menjalankan nilai-nilai keagamaan maka orang tersebut akan mendapatkan “tempat yang bahagia” setelah meninggal. Agar dapat memperolehnya, agama mengajarkan kepada umatnya agar selalu berbuat baik sesuai dengan perintah dan nilai-nilai agama sehingga perbuatan baik tersebut akan membawanya ke “tempat yang bahagia” sesuai dengan perbuatannya selama hidup di bumi. Agama juga dipercaya dapat mamberikan keselamatan kepada manusia melalui pengampunan dan penyucian atas dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Dengan pertobatan dan kepercayaan terhadap unsur keagamaan maka akan diberikan jaminan keselamatan dan pengampunan bagi mereka yang berniat tulus dan sungguh-sungguh bertobat.

3. Fungsi memupuk persaudaraan
Agama bersifat universal dan penganutnya terdapat dimana-mana di belahan dunia manapun dan penganutnya berasal dari latar belakang sosial yang berbeda, suku, ras, warna kulit, gender, derajt sosial, pekerjaan, dan kasta yang berbeda-beda. Oleh karena itu, agama dapat dikatakan berfungsi memupuk rasa persaudaraan diantara sesama manusia dalam menjalin hubunga horizontal yang erat. Dalam kehidupan beragama setiap umat dengan latar belakang dan kebudayaan yang berbeda dapat bersatu dan bersama-sama menjalankan nilai-nilai keagamaan secara kontinyu dan konsisten. Meskipun mempunyai banyak perbedayaan prisnsip dan tingkat pengetahuan, dalam keagamaan hal itu bukan merupakan penghambat agar umatnya dapat berinteraksi dan melaksanakan ajaran keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pertikaian dan perselisihan antar manusia dapat diselesaikan dengan adanya campur tangan dari agama sehingga pihak yang berselisih memahami manfaat dari pembelajaran agam dan dapat menghindari peritkaian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar